Home Planner
Kembali ke BlogDesain interior

Tiang Interior untuk Rumah: Jenis, Bahan, dan Cara Memanfaatkannya

Home Planner
Home PlannerTim Aplikasi · April 22, 2022

Lima ordo tiang klasik, bahan pembuat tiang, cara pemasangannya, serta cara memanfaatkan tiang untuk membagi area, menyembunyikan elemen interior, atau mempercantik ruangan di rumah Anda.

Tiang interior untuk rumah: sepasang tiang batu di antara jendela kayu melengkung pada ruangan bergaya Art Nouveau yang disinari matahari

Ada tiang di tengah ruang keluarga berkonsep terbuka Anda, atau Anda berencana untuk menambahkannya? Apakah tiang tersebut harus menopang beban, membagi ruangan, menyembunyikan pipa, atau menjadi hal pertama yang menarik perhatian tamu? Panduan ini membahas tiang interior rumah: 5 jenis klasik, 3 bagian tiang, 5 bahan paling populer, cara memasang tiang, serta cara memanfaatkannya di dalam apartemen.

Jenis tiang arsitektur: apa saja perbedaannya?

Sebagian besar desain tiang dalam arsitektur modern berasal dari 5 jenis klasik yang disebut dengan 5 ordo arsitektur. Tiga ordo pertama berasal dari Yunani, sedangkan dua terakhir dari Romawi.

  • Doria – pendek, berbidang, dan kokoh, dengan kepala tiang (kapitel) bulat yang sederhana. Batangnya rata atau bergalur. Tiang Doria pada masa awal tidak memiliki alas.
  • Ionia – yang paling langsing dari kelimanya, biasanya bergalur tetapi terkadang polos. Tiang Ionia memiliki alas yang besar, merupakan yang tertinggi di antara kelimanya, serta memiliki hiasan gulungan (volut) berhadapan di bagian atas.
  • Korintus – ordo Yunani yang paling akhir dan paling rumit, sering dihiasi dengan ukiran gulungan, bunga, dan daun. Batangnya yang bergalur mirip dengan tiang Ionia.
  • Tuskana – sederhana seperti Doria, tetapi langsing dan polos tanpa ukiran atau ornamen. Tiang ini tampak kokoh justru karena tampilannya yang bersahaja.
  • Komposit – gabungan dua desain Yunani dalam satu tiang: hiasan gulungan khas Ionia dan ornamen dedaunan khas Korintus.

Setiap ordo memiliki karakteristiknya sendiri. Dengan penataan interior yang tepat di sekitarnya, tiang akan memberikan sentuhan klasik. Namun jika salah memadukannya, tiang justru akan terlihat asing dan tidak menyatu dengan bangunan.

Terbuat dari bahan apa sajakah tiang dekoratif?

Saat ini, hampir semua bahan yang dapat dibentuk dan diselesaikan dapat digunakan: batu alam, beton, logam, bata, atau kayu. Pilihannya sangat beragam karena tiang modern sering kali tidak berfungsi sebagai penopang beban sama sekali.

Pada zaman Yunani dan Romawi, tiang hanya dibuat dari bahan alam yang keras, seperti marmer, granit, dan batu lainnya. Bahan-bahan ini sangat baik untuk menopang beban, tetapi amat berat, mahal, serta sulit dibentuk karena keras. Pada rumah modern, tiang tidak harus berfungsi secara struktural: banyak arsitek yang menambahkannya murni sebagai dekorasi. Hal ini memberikan kebebasan lebih dalam memilih bahan.

Sebelum memilih, kenali 3 bagian tiang terlebih dahulu. Setiap bagian membutuhkan karakteristik bahan yang berbeda:

  • Alas (basis) – menahan sebagian besar beban, sehingga ukurannya lebih lebar dan lebih tebal daripada bagian lainnya. Pilih bahannya berdasarkan ketahanan terhadap tekanan, bukan dari tampilannya.
  • Batang (fust) – bagian utama yang membentuk sebagian besar tiang. Bahannya harus seimbang antara kekuatan menopang beban dan estetika desain.
  • Kepala (kapitel) – bagian teratas tempat ornamen paling rumit berada. Pilih bahan yang mudah diukir atau dibentuk.

5 bahan yang paling sering digunakan untuk tiang interior:

  • Batu alam – jarang digunakan saat ini karena biayanya yang tinggi dan pengerjaannya yang rumit. Pada rumah mewah, batu alam memberikan kesan yang sangat megah.
  • Beton – beton bertulang sangat serbaguna dan terjangkau. Bahan ini dapat disesuaikan dengan hampir semua bentuk interior, dan lapisan akhirnya dapat diberi desain serta warna apa pun.
  • Logam – mudah dirancang, gampang dicat, dan harganya relatif terjangkau. Salah satu pilihan paling praktis untuk interior modern.
  • Bata – bentuknya terbatas, tetapi tiang bata dapat menyatu sempurna pada interior yang menggunakan bahan senada. Lapisan plester dan cat dapat membuatnya lebih fleksibel.
  • Kayu – memang tidak selalu sekokoh bahan lainnya, tetapi kayu memberikan tampilan yang hangat dan alami serta mudah diukir menjadi pola yang rumit.

Apakah tiang dekoratif berfungsi sebagai penopang beban?

Tidak selalu. Tiang yang ditambahkan di dalam ruangan sebagai dekorasi biasanya tidak menopang beban, sedangkan tiang di luar rumah umumnya berfungsi struktural.

Di dalam ruangan, tiang yang menjulang dari lantai ke langit-langit dapat mengubah suasana ruangan. Pada ruang yang luas, tiang berfungsi sebagai pembatas area (zonasi): membagi satu ruang terbuka menjadi beberapa area untuk aktivitas berbeda. Hal ini juga memudahkan penataan dekorasi karena Anda cukup menata beberapa area kecil, bukan satu ruang raksasa. Dengan bahan yang terjangkau dan mudah dibentuk, tiang menghadirkan sentuhan klasik tanpa menguras anggaran.

Tiang eksterior biasanya tidak terlalu menonjolkan dekorasi dan lebih mengutamakan fungsi struktural. Itu sebabnya tiang luar berukuran lebih lebar dan kokoh. Tiang ini sering kali memberikan kesan megah pada bagian depan rumah, terutama di area jalur mobil (driveway) dan teras. Bahan modern saat ini mampu menahan beban berat dengan biaya yang tetap terjangkau.

Deretan tiang persegi berwarna merah muda di sepanjang dinding bangunan

Cara memasang tiang interior

Memasang tiang interior maupun eksterior saat ini jauh lebih mudah daripada dulu: bobotnya lebih ringan dan tersedia dalam bentuk bagian-bagian terpisah. Umumnya, pemasangan dilakukan dengan urutan berikut:

  1. Sejajarkan posisi alas dan kepala tiang secara vertikal menggunakan unting-unting (lot) di titik tiang akan berdiri.
  2. Sesuaikan posisi tiang hingga pas. Proses ini sangat mudah untuk tiang polos; sedangkan tiang dengan ornamen dekoratif membutuhkan ketelitian ekstra.
  3. Hubungkan tiang ke elemen struktur menggunakan pelat penyangga, lalu kencangkan bagian atas dan bawahnya dengan siku L.
  4. Oleskan silikon (caulk) untuk melindungi tiang dari kelembapan dan hama.

Memasang tiang yang murni dekoratif bahkan jauh lebih mudah: Anda cukup menggunakan sekrup gipsum galvanis dan perekat konstruksi untuk menempelkannya pada bangunan. Untuk kedua cara tersebut, dua orang pekerja dapat menyelesaikan pemasangan satu tiang hanya dalam waktu setengah hari.

Apa yang bisa dilakukan dengan tiang di tengah ruangan?

Manfaatkan keberadaannya. Tiang di tengah ruangan dapat digunakan untuk membagi area, menyembunyikan bagian yang kurang rapi, menempelkan TV, atau dijadikan fokus utama ruangan.

  • Membagi area – memisahkan ruang interior yang luas menjadi beberapa area, seperti yang dijelaskan di atas.
  • Menutupi – menyembunyikan bagian ruangan yang kurang estetik, misalnya instalasi pipa dan kabel.
  • Tempat dudukan – memanfaatkan tiang yang lebar sebagai dinding kecil untuk memasang TV atau karya seni.
  • Pusat perhatian – menjadikan tiang dengan ukiran detail sebagai daya tarik utama ruangan.
Kesalahan umum: menentukan penggunaan tiang hanya dari foto ruangan orang lain. Tiang sangat sulit dipindahkan setelah terpasang, jadi selalu cek posisi dan lebarnya pada denah Anda sendiri terlebih dahulu.

Coba pasang tiang pada denah Anda sendiri

Efek penggunaan tiang jauh lebih mudah dinilai pada ruangan Anda sendiri daripada sekadar melihat gambar. Ukur ruangan Anda di Home Planner, buat denah 2D/3D, lalu tambahkan tiang dari bagian Tiang pada katalog untuk melihat caranya membagi ruangan. Selanjutnya, hiasi dan tata ruangan dengan produk dari merek-merek terkenal, buat visualisasi yang realistis, atau gunakan tata letak siap pakai untuk kamar tidur, kamar mandi, maupun ruang keluarga.

Home Planner

Coba pada proyek Anda sendiri

Aplikasi desain interior dan perencana ruangan gratis